KOMPAS.com - Memasuki musim semi bersamaan dengan menghangatnya suhu udara dan mekarnya aneka bunga yang berwarna warni, Perancis semakin membuat wisatawan jatuh hati oleh keelokannya.
Bila bicara soal Perancis, sudah pasti kota Paris dengan menara Eiffel yang menjadi incaran wisatawan mancanegara. Namun di belahan selatan Perancis, pemandangan serta obyek wisata yang ditawarkan sebenarnya sangat terkenal di dunia pariwisata. Suhunya yang lebih hangat, laut mediterania, masakannya, hamparan bunga lavender dan sebagai tempat lahir atau berkaryanya para seniman terkenal.
Beberapa surat yang masuk ke email saya banyak meminta saran kota-kota apa saja yang bisa didatangi oleh wisatawan Indonesia selain Paris. Karena itu saya ingin mengajak pembaca mengenal lebih dekat empat kota di Perancis selatan yang menurut saya memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Juga sebagai incaran turis mancanegara menghabiskan liburan mereka di Perancis selatan.
Avignon
Sepanjang jalan di kota tua ini, jalan-jalan kecil yang dilalui bagaikan saksi sejarah di masa lampau. Saya datang ke kota ini hampir setiap tahun, karena festival di musim panasnya yang semarak. Pertama yang harus didatangi saat kita berada di sini adalah, mendatangi turis informasi yang berada tak jauh dari pintu masuk utama kota tua.
Di sana, bisa didapatkan berbagai keterangan berupa buku guide gratis dengan tiga pilihan bahasa (Perancis, Inggris dan Jerman). Brosur-brosur turis dari mulai tempat menginap, restoran sampai tawaran untuk berwisata baik di kota Avignon itu sendiri hingga beberapa kota lain di dekatnya. Bisa juga mendapatkan keterangan secara langsung dari penerangan. Saran saya, saat datang ke pusat turis informasi ini, agar meminta kartu pass, yang mana dengan kartu pass ini kita bisa mendapatkan potongan harga 50 persen hingga 70 persen untuk setiap kali mengunjungi tempat obyek wisata.
Bagi yang senang berjalan kaki, menguak keindahan kota tua serta tempat wisata bisa dilakukan sekitar setengah hingga satu hari tergantung banyaknya tempat yang ingin kita kunjungi. Tapi bisa juga dengan menggunakan kereta turis dalam kota, biaya yang dikenakan 7 euros untuk dewasa dan 4 euros untuk anak.
Istana Paus dan Jembatan Avignon
Apa saja yang dilihat di Avignon? Pertama yang menjadi tujuan sudah pasti, Palais des Papes (palace of the Popes atau Istana Paus). Palais des Papes merupakan tempat yang sangat penting di abad 14, karena merupakan tempat tinggal utama Paus di zaman itu. Pengunjung bisa mendatangi 25 ruangan dengan dekorasi yang memukau mata akan keindahan setiap tata ruangan. Di sini kita bisa memilih mengunjungi secara bebas dengan alat pendengar (audio guide, tersedia berbagai bahasa) atau dengan seorang guide secara rombongan.
Dua kali saya mendatangi tempat ini, saya mencoba keduanya, kunjungan secara bebas dan dengan guide (gratis). Secara bebas kita memang lebih menghemat waktu tapi dengan guide banyak hal yang lebih rinci yang bisa kita dapatkan, dan bila ada pertanyaan bisa kita dapakan jawaban secara langsung. Lamanya kunjungan di tempat yang mendapatkan peringkat di Unesco sebagai warisan dunia untuk kemanusiaan ini sekitar 1 jam 15 menit.
Satu hal yang tak boleh terlewati, adalah butik cenderamata, terus terang bila tak ingat keuangan terbatas, rasanya ingin membeli semua souvenir indah yang dipajang. Apalagi souvenir untuk anak-anak yang berupa peralatan perang abad pertengahan. Sudah terbayang girangnya mereka bila dibawakan oleh-oleh seperti ini. Harga masuk ke tempat ini tergantung musim yaitu 8,50 euros dan 10,50 euros. Dan bagi penggemar anggur, terdapat butik khusus yang menyediakan koleksi anggur setempat yang sangat terkenal.
Dari Palais des Papes tujuan kedua yang wajib dilakukan adalah, mengunjungi Pont d'Avignon (jembatan Avignon). Pont d'Avignon merupakan saksi utama sejarah daerah ini, dikenal hampir di seluruh dunia berkat lagunya, Pont d'Avignon. Dibangun di abad ke 12 namun beberapa kali mengalami kehancuran akibat banjir dari Sungai Rhône, baru kemudian dibangun kembali di abad ke 17. Setelah membayar 4,50 euros, kita bisa mendapatkan alat pendengar (audio guide) dengan pilihan bahasa, yang memberikan informasi setiap rinci dari jembatan ini. Jembatan yang hanya tinggal sepotong ini, juga mendapatkan peringkat di Unesco sebagai peninggalan bersejarah dunia.







0 komentar:
Posting Komentar